Apa Saja yang Menyebabkan Umat Muslim dalam Keadaan Junub dan Harus Mandi Wajib?

Umat ​​Islam mungkin tidak asing mendengar kata “Mandi Junub”, namun mendengarnya saja tidak cukup. Mari kita pahami lebih dalam apa itu mandi junub dengan doa mandi junub. Karena mandi junub menjadi sangat penting terutama bagi pasangan suami istri, hal itu berkaitan dengan kelangsungan ibadah kita kepada Yang Maha Kuasa..

Apa Saja yang Menyebabkan Umat Muslim dalam Keadaan Junub dan Harus Mandi Wajib?

Sumber: Fifaliana-joy from www.pixabay.com

Mandi Junub merupakan cara membersihkan diri yang memiliki niat juga tata cara pelangsungannya sendiri bagi umat Islam. Menggunakan perantara air bersih nan suci yang mengalir di sepanjang tubuh lengkap dari ujung rambut sampai ujung kaki seperti mandi pada umumnya hanya saja berbeda niat dan kelengkapan tata caranya.

Lalu apa saja yang mengharuskan umat muslim wajib melakukan mandi junub? Pertama adalah tentu saja bagi pria adalah mengeluarkan mani dari kemaluannya, tak harus melakukan hubungan suami isteri saja tetapi umumnya pria terkadang hanya dengan melihat bentuk tubuh pasangan tercintanya ketika bergerak atau berjalan saja tak sengaja membuat air maninya tumpah ke celana.

Hal inilah yang kadang disepelekan karena dianggap tak disengaja, padahal menurut Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘Anhu mengisahkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya (mandi) dengan air disebabkan karena keluarnya air (mani),” hadits riwayat Muslim, no. 343. Namun menurut jumhur ulama, keluarnya mani dengan rasa nikmat yang wajib melakukan mandi junub. Sedangkan jika dikarenakan sakit atau kedinginan alias bukan syahwat maka tidak wajib mandi.

Kedua adalah ketika bercumbu sampai bersetubuh tanpa mengeluarkan mani, kejadian ini mengharuskan pasangan untuk melakukan mandi junub. Ketiga adalah mimpi basah bagi wanita ataupun pria sama-sama masuk ke kondisi junub, sehingga harus melangsungkan mandi wajib juga setelah terbangun nanti.

Hal ini juga ada dasarnya yakni berasal dari Ummu Sulaim berkata, “Aku malu untuk bertanya perkara tersebut.” Ummu Sulaim bertanya, “Apakah perkara ini berlaku pada perempuan?” Nabi SAW bersabda, “Ya (wanita juga keluar mani, jika dia tidak keluar) maka dari mana terjadi kemiripan? Ketahuilah bahwa mani pria itu kental dan berwarna putih, sedangkan mani perempuan itu encer dan berwarna kuning.” (Shahih Muslim, no. 311)

Keempat adalah wanita haid atau menstruasi, tentu sudah menjadi pengetahuan umum jika darah yang keluar dari kemaluan wanita ini menjadi penyebab timbulnya hadats besar bagi wanita tersebut. Kondisi ini mewajibkan wanita untuk melangsungkan mandi junub seusai periode haid sebulan sekali, tertulis dalam Al Qur’an surah Al Baqarah ayat 222 yang berbunyi:

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Yang artinya: “Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.

BACA JUGA : RUKUN IMAN DALAM ISLAM

Kelima adalah wanita pada masa nifas yakni 40 hari setelah melahirkan, wanita masih suka mengeluarkan darah yang mengharuskan untuk mandi junub. Itulah tadi beberapa penyebab timbulnya hadats besar yang mengharuskan seorang muslim melaksanakan mandi junub, hal ini agar tubuh kembali suci dan dapat melangsungkan ibadah secara sah kepada Allah SWT.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *